Fieldtrip MTs Alam – Sangkima

sangkima
sangkima

Sangkima, Setelah mendapatkan surat izin kunjungan yang dikeluarkan oleh Balai Taman Naional Kutai, Hari rabu 15 Maret 2017 akhirnya rombongan siswa MTs Alam melaksanakan fieldtrip di kawasan hutan tropis dataran rendah tepatnya di daerah sangkima, Kabupaten Kutai Timur. Didampingi oleh dua orang pemandu dari balai taman nasional kutai rombongan MTs Alam berkeliling mengeksplorasi kekayaan alam yang ada di kawasan ini.

Berikut ini adalah beberapa catatan yang berhasil dihimpun dari kegiatan fieldtrip ini.

Wildreservat East Kutai
Hutan tropis dataran rendah di Kalimantan timur, sejak dulu dikenal memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satu kawasan yang masih dapat dijumpai untuk melihat keanekaragaman hayati tersebut adalah taman nasional kutai. Kawasan ini mulai dikenal sejak tahun 1914 dimana seorang geolog kebangsaan belanda yang bernama Ir. H. Witcamp menulis tentang kekayaan hutan dibagian timur pulau borneo dan mengusulkan kawasan tersebut sebagai “wildreservaat East Kutai”. Hingga saat ini kawasan tersebut masih bertahan dan kini di kenal sebagai taman nasional kutai. Sejak dulu keanekaragaman nasional kutai sudah banyak menarik minat banyak ilmuan dan peneliti baik dalam negeri maupun mancanegara untuk melakukan kegiatan penelitian disini.

Kawasan ini juga merupakan laboratorium alam yang banyak menarik minat para pelajar dan mahasiswa baik dari dalam negri maupun mancanegara untuk belajar mengenai lingkungan dan hutan tropis dataran rendah yang dikenal memiliki kekayaan jenis yang tinggi. Selain menarik dari sisi ilmu pengetahuan taman nasional kutai juga memiliki laskap yang indah yang membentang dari pesisir hingga hutan hujan dataran rendah sehingga menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. pantai, hutan dan orangutan adalah daya Tarik utama dari taman nasional kutai.

Sangkima
Sangkima merupakan kawasan hutan primer dengan pohon ulin raksasa yang berumur ribuan tahun sebagai ikon. Selain dapat melihat keanekaragaman hayati yang unik,sangkima juga popular sebagai lokasi penjelajahan (trekking) dengan lintasan yang menantang.

Hutan hujan dataran rendah yang terdapat di taman nasional kutai ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata alam di provinsi Kalimantan timur. Tumbuhan dikawasan ini merupakan asosiasi dari jenis ulin (eusideroxylon zwageri),meranti (shorea spp),dan kapur (dryobalanops sp). Sedangkan sebagian yang lain merupakan tumbuh-tumbuhanyang mengawali proses suksesi setelah terjadi kebakaran pada tahun 1997 (genus macaranga dan eugenia), yang kini mulai di gantikan oleh tumbuhan fase berikut nya meanjutkan suksesi. Satwa yang sering di temui di kawasan ini adalah orangutan (pongo pygmaeus), beruk (macaca nemestrinal), monyet ekor panjang (macaca fasciculilaris), serta berbagai jenis burung seperti kankareng perut putih (anthrax coceros albirostis), raja udang (alcedinidae), srigunting (dicrurus spp), pita (pittidae) dan sempidan biru(lophura ignita).

Sangkima yang berada di seksi pengelolaan taman nasional kutai wilayah sangatta dan secara administratif berada di wilayah kabupaten kutai timur ini merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan karena lokasinya yang mudah dijangkau oleh kendaraan umum.

Kawasan wisata ini memiliki beberapa objek daya Tarik wisata baik alami maupun buatan. Pohon ulin raksasa yang diperikan berumur seribu tahun dan memiliki diameter 2,47 cm merupakan salah satu atraksi wisata yang dapat di temukan setelah menyusuri boardwalk sepanjang kurang lebih 900 meter. untuk mengelilingi wisata alam sangkima sepanjang 4 km, pengunjung harus melewati trek wisata serta sungai dan tebing yang dapat dilintasi dengan meniti jembatan yang konstruksinya dikondisikan dapat bergoyang, seperti jembatan gantung dan jembatan sling. Rumah pohon, pemandian tujuh putri, dan arboterum tumbuhan obat, hias dan angrek (toha) merupakan atraksi wisata lain nya yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh wisatawan di kawasan wisata alam sangkima antara lain adalah: junggle trekking, berkemah, pengamatan satwa,dan pengenalan pohon.

Dari sini, kami memahami sepenuhnya bahwa keberadaan hutan beserta satwa didalamnya adalah aset yang harus dijaga karena keberadaan hutan inilah yang akan menjaga kelangsungan hidup manusia, kelangsungan hidup anak cucu kita. Mari kita jaga hutan kita!

salam lestari!!!
salam pendidikan sejati!!!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*