Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA) Balikpapan

Monumen Perjuangan Rakyat
Monumen Perjuangan Rakyat

Monumen Perjuangan Rakyat, Setelah berkunjung ke Taman Makam Pahlawan, rombongan peserta didik meluncur menuju Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA) Balikpapan.  Monumen ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Kalimantan Timur di masa penjajahan dulu. Monumen yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman atau tepat di seberang Markas Besar TNI AD Kodam VI Mulawarman ini memiliki tinggi sekitar 20 meter.

Selain tugu Monpera, di area ini terdapat sebuah taman yang cukup luas, lahan parkir kendaraan, beberapa gerobak warung, dan pantai. Ya pantai, awalnya kami tidak tahu kalau tempat ini ada pantainya. Meskipun ga terlalu luas, tapi garis pantainya cukup panjang dengan pasir putih.

Monumen Perjuangan Rakyat Balikpapan memiliki ruang diorama yang dibuka untuk umum dan panggung terbuka untuk pertunjukan seni-budaya atau pentas kreativitas remaja. Bangunan dasar monumen dari luar terlihat sebagai tangga menuju Patung Tiga Prajurit yang sedang berusaha mendirikan bendera merah putih menghadap ke pantai. Pada sisi monumen dipenuhi taman yang tertata rapi, dan di bagian belakang tersuguhkan pantai berpasir putih yang indah, sehingga menjadikan monumen ini menjadi salah satu pilihan wisata sejarah.

Pada Kamis, 8 September 2016 Patung tiga prajurit di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan tiba-tiba roboh sekitar pukul 14.40 Wita. patung ini roboh karena pondasinya yang sudah keropos, ditambah dengan angin kencang yang sempat bertiup dari arah laut. (sumber : Tribun Kaltim)

Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan terletak di Jalan Jendral Sudirman, bangunan ini didirikan untuk mengenang dua kejadian bersejarah yang terjadi di Balikpapan. Peristiwa yang pertama adalah usaha penghalangan oleh masyarakat Balikpapan atas kedatangan pasukan tentara Belanda yang memasuki daerah Pantai Klandasan Ilir. Dari peritiwa ini banyak korban berjatuhan dari masyarakat Balikpapan dan tentara Belanda yang membuat daerah ini banyak sekali terdapat jenazah dari pertempuran tersebut. Peristiwa kedua adalah terjadinya pembantaian besar-besaran oleh tentara Jepang terhadap serdadu Belanda untuk memperebutkan sumur Mathilda. Tentara Jepang yang sedang berambisi menguasai dunia berusaha keras mengalahkan tentara Belanda, dan akhirnya Belanda kalah dalam peperangan tersebut, di mana pembantaian menewaskan lebih dari 80 serdadu Belanda beserta dengan Jendral mereka. Selepas peperangan, sumur Mathilda direbut kembali oleh masyarakat Balikpapan. Dari peristiwa ini, maka dibangunlah monumen ukiran batu dengan bentuk tentara Indonesia bersama masyarakat Balikpapan mendirikan bendera merah putih yang melambangkan perjuangan rakyat Balikpapan. (sumber : Wikipedia)

Di destinasi kedua ini, kedua guide sangat menguasai materi tentang tempat ini, dan alhamdulillah peserta didik MTs Alam juga terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasannya.

bersambung …

1 Trackback / Pingback

  1. Cerita perjalanan ke balikpapan | Shafwa | MTs Alam Al Hafidz

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*