MTs Alam Cetak Penghafal Al-Qur’an Melalui Tahfidz Camp

tahfidz camp

BONTANG – Sesuai dengan nama madrasahnya, MTs Alam Al-Hafidz Yayasan Batiturrahman terus menunjukkan keseriusannya dalam mencetak para penghafal-penghafal Al-Qur’an yang handal dan berwawasan islami. Madrasah yang beralamatkan di Komplek Masjid Baiturrahman Jalan Tulip Nomor 1 PC VI Pupuk Kaltim itu melaksanakan program karantina tahfidzul qur’an bertajuk “Tahfidz Camp” angkatan II.

Program ini dirancang selama kurang lebih 4 bulan, terhitung sejak pertengahan September hingga akhir Desember 2019. Selama kurun waktu tersebut, para peserta didik kelas IX MTs Alam Al-Hafidz di karantina seperti halnya santri di pondok pesantren. Untuk asrama laki-laki (ikhwan), dipusatkan di kawasan Estate 2000 PC 6 Pupuk Kaltim. Sedangkan asrama perempuan (akhwat), di Rumah Qur’an Yayasan Baiturrahman.

Kepala MTs Alam Al-Hafidz, Muhammad Baihaki menjelaskan, selama proses karantina, santriwan dan santriwati kelas IX difokuskan untuk membiasakan menghafalkan Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehiduan sehari-hari. Dengan pengawasan ketat dari pembimbing tahfidz dan para guru, selama program, mereka dilarang untuk membawa alat komunikasi, serta dibatasi untuk bertemu dengan orang tua.

“Pada dasarnya setiap pagi sebelum belajar, siswa-siswi MTs Alam Al-Hafidz selalu melakukan hafalan Al-Qur’an di Masjid Baiturrahman. Namun khusus kelas IX ini, hafalan mereka lebih dimantapkan lagi. Sehingga ketika lulus nanti, harapannya mereka bisa menjadi hafidz dan hafidzah,” harapnya.

Pria yang akrab disapa Biki tersebut berujar, meski sedang menjalani masa karantina, namun bukan berarti mereka tidak bersekolah. Selama Senin-Jum’at, mereka tetap belajar seperti biasanya. Bedanya, jika sebelum program mereka pulang ke rumah masing-masing, namun selama program ini, mereka harus kembali ke asrama untuk menghafal, lalu kemudian disetorkan kepada pembina tahfidz nya.

“Selain mengejar kuantitas dan kualitas hafalan, kami juga tidak meninggalkan pelajaran akademik mereka. Karena dua hal ini juga penting untuk masa depan anak didik kami,” tuturnya.

Sementara itu ditambahkan Ustadz Faizul selaku guru pembimbing tahfidz MTs Alam Baiturrahman, selama program ini berjalan satu minggu, hasilnya sudah cukup dirasakan. Kata dia, sebagian santri perlahan sudah konsisten menyetorkan hafalannya minimal satu hari satu lembar Al-Qur’an. Dengan usaha yang maksimal, keyakinan yang kuat, dan dorongan motivasi yang besar, dirinya yakin program ini bisa berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

“Selain hafalan, di asrama anak-anak juga dibiasakan hidup mandiri. Mereka juga sudah terbiasa bangun malam untuk qiyamul lail. Di asrama kami juga jadwalkan mereka untuk kultum bergiliran. Tujuannya agar nantinya mereka terbiasa untuk menyampaikan ceramah di depan umum. Semoga setelah selesai melewati karantina ini, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan mencintai Al-Qur’an,” tukasnya. (*)

Penulis: Bams Al-Fatih

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*