Belajar dari permainan tekong

tekong

Suasana lantai dasar Masjid Baiturrahman hari ini kembali ramai setelah sepekan bubuhan MTs Alam libur. Permainan yang sedang digandrungi bubuhan yang mereka sebut “permainan tekong” menambah keramaian suasana pagi ini. Bagi bubuhan MTs Alam belum lengkap rasanya satu hari jika “permainan tekong” belum terselenggarakan. Sehingga bisa diduga bahwa aroma khas “keringat” akan menyeruak dikelas sepanjang pagi ini. Dalam permainan tekong ini, terlihat bubuhan MTs Alam bermain dengan sungguh-sungguh seolah ini adalah pertaruhan hidup dan mati. Permainan ini mengharuskan mereka bermain dengan mengikuti aturan yang ada dalam permainan ini, dan tentu saja akan ada konsekwensi bagi yang tidak mengikuti aturan. Entah siapa yang memulai membuat permaian dan aturan ini, tapi bagi kami ini keren, sebuah sarana untuk mengenalkan pentingnya aturan didalam hidup.

Ditempat lain tim fasilitator Mts Alam sedang briefing pagi untuk membahas aktivitas harian untuk bubuhan MTs Alam, aktivitas yang akan membuat bubuhan MTs Alam menyerap kompetensi akademik dengan menyenangkan. Aktivitas yang senantiasa berpegang pada 3 banyak “Banyak interaksi dengan banyak orang dengan banyak ragam aktivitas”. Dan dari aktivitas – aktivitas inilah kami akan berusaha memetakan kencenderungan anak terkait minat dan bakatnya. Minat dan bakat yang akan menjadi bekalnya menjadi Khalifah Allah di muka bumi.

Ada beberapa nilai dan kompetensi yang akan kami sampaikan kepada bubuhan MTs Alam di akhir semester ini. Dan seperti disampaikan kepada orangtua/wali pada saat Open Mind MTs Alam di awal tahun ajaran, bahwa dua bulan ini adalah momen kompetensi akademik anak akan dikejar, jadi harapannya akademik bubuhan MTs Alam tidak akan ketinggalan dengan SMP/MTs pada umumnya.

Buku-buku penunjang pembelajaran sudah kami siapkan, standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk SMP/MTs juga sudah ada. Dan pertanyaannya kini adalah, aktivitas apa yang akan membungkus kompetensi-kompetensi ini dengan efektif dan menyenangkan?

4 Bulan bersekolah di Mts Alam bagi mereka terasa seperti bermain, bermain dan bermain, sehingga terkadang mereka bertanya “kapan kita mulai belajar pak?”.

Dan hari ini, MTs Alam memasuki 2 bulan ketiga di tahun pertama. Laporan portofolio kedua belum sepenuhnya terdistribusi ke orangtua/wali, sebagai konsekwensi atas komitmen kami untuk mendistribusikannya langsung ke rumah-rumah (Laporan portofolio adalah bentuk pertanggung jawaban kami kepada orangtua/wali yang berisi rekam jejak dan capain siswa selama rentang waktu tertentu disekolah). Namun itu, tidak menghalangi tim fasilitator untuk menyiapkan program kegiatan di 2 bulan ke tiga ini.

Hari ini, dimulai dari refleksi sederhana tentang permainan tekong, fasilitator mencoba menyampaikan dengan sederhana perihal kompetensi akademik yang harus ditempuh bubuhan MTs Alam. Dan akhirnya muncullah ide tentang aktivitas yang akan dilaksanakan bubuhan MTs Alam dua bulan ini, yup mereka akan melakukan “live in” atau magang belajar selama beberapa pekan di biduk-biduk.

Ada apa dengan biduk-biduk? apa yang akan mereka pelajari disana? bagaimana metode pembelajarannya? efektifkah kegiatan ini? bagaimana halnya terkait Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar? kita akan temukan jawabannya 2 bulan kedepan disaat portofolio report.

|catatan aktivitas 24 oktober 2016|

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*